Blog Archive
Nur Fitri Ayu Lestari. Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Categories
- Amoxicillin (1)
- Cefadroxil (1)
- Chloramphenicol 250 mg (1)
- Crypto Max (1)
- Kalpanax (1)
- Komix (1)
- Neo Entrostop (1)
- Paracetamol (1)
- Pil Andalan (1)
- produk farmasi (1)
- Promag (1)
Pengikut
About Me
- Jember, Jawa Timur, Indonesia
Senin, 05 Desember 2011
Komix, Obat Batuk Sachet
Komix diluncurkan Bintang Tujuh (B7) pada tahun 1990 sebagai sirup obat batuk dengan rasa peppermint. Nama Komix berasal dari padanan kata cough (batuk) dan mixture (campuran), yang menunjukkan arti campuran atau formula pereda batuk. komixProduk Komix dirancang berdasarkan manfaat fungsional, manfaat emosional dan harga yang lebih murah. Berdasarkan kriteria itu, B7 memilih unique selling proposition (USP) berupa kemasan sachet yang praktis dan mudah dibawa kemana-mana sebagai reason to buy bagi konsumen pada saat melakukan penetrasi pasar. Konsep tersebut kemudian dituangkan dalam strategi STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning). Komix menjadi obat batuk untuk kalangan massal, berbentuk sirup dalam kemasan sachet. Setelah cukup sukses dikenal masyarakat maka pada 1994 dikeluarkan varian baru yakni Komix rasa Jahe. Pertimbangannya, karena masyarakat pada umumnya memanfaatkan jahe sebagai salah satu minuman penghangat untuk meredakan batuk. Salah satu kunci sukses Komix adalah penerapan The Power of Tag Line pada komunikasi pemasaran tahun 1996. sebagai "Obat batuk sachet tanpa sendok". Tagline Komix mudah dimengerti, diingat dan segera mengalami boom. Kemudian tagline dikembangkan menjadi "Mana sendoknya? Glek Aja Langsung" dan meraih boom kedua. Positioning tetap sebagai obat batuk hemat (value for money) dan praktis. Perusahaan kemudian mengembangkan tema komunikasi baru untuk lebih menguatkan posisi Komix sebagai obat batuk terpercaya. Muncullah tagline "Batuk? Di-Komix aja!" pada tahun 1997 yang sangat tinggi awareness-nya bahkan lebih tinggi dari "Glek aja langsung." Pada April 2002 Komix mengeluarkan varian baru yakni rasa jeruk nipis. Pertimbangannya sekali lagi berdasarkan pemahaman kebiasaan masyarakat tradisional yang melakukan penyembuhan batuk dengan mengonsumsi jeruk nipis yang dicampur dengan kecap dan madu. Peluncuran varian produk ini didukung dengan komunikasi pemasaran yang gencar sehingga produk baru ini cepat meraih sukses di pasar. Varian lain, Komix OBH kemasan sachet, diluncurkan pada Agustus 2003. Pada Juli 2005, formula Komix dikembangkan menjadi Komix G dengan pemakaian bahan aktif Gliseryl Guaiacolate yang merupakan ekspektoran untuk mengencerkan dahak.
www.kalbe.co.id
www.kalbe.co.id
Label:
Komix
Lokasi:
Jalan Mastrip, Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






















0 komentar:
Posting Komentar